Kegiatan Pertemuan Konsultasi IAD sewilayah Kep. Bangka Belitung

Pada hari Kamis tanggal 25 April 2019 pukul 08.00 wib telah diadakannya Pertemuan Konsultasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini sewilayah kep. Bangka Belitung, bertempat di Ball room Aurora Tanjung Pesona Sungailiat. Acara PK kali ini diselenggarakan oleh IAD Daerah Bangka yang diketuai oleh Ny. Emma Rilke dan IAD Daerah Bangka Barat yang diketuai oleh Ny. Ria Agung. Acara PK bertema memperingati hari Kartini.

Dan kegiatan tersebut diisi dengan acara tausyiah yang bertemakan wanita yang dibawakan oleh ustad Rizal.


Dan di meriahkan dengan beberapa perlombaan sebagai berikut :
1. Fashion show,
2. Melukis wajah kartini,
3. Make up tanpa menggunakan jempol.
Perlombaaan tersebut di ikuti oleh perwakilan IAD Daerah sewilayah Kep. Bangka Belitung.


 

RIWAYAT R.A KARTINI – PAHLAWAN EMANSIPASI WANITA INDONESIA

Kelahiran R.A Kartini

R.A Kartini lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di Kota Jepara, Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara. Ibunda kartini bernama M.A. Ngasirah, beliau merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara.

R.A Kartini Bersama Saudara-Saudaranya

R.A Kartini sendiri memiliki saudara berjumlah 11 orang. Beliau merupakan anak kelima, namun ia merupakan anak perempuan tertua dari 11 bersaudara. Sebagai seorang bangsawan, R.A Kartini juga berhak memperoleh pendidikan.

Ayahnya kemudian menyekolahkan Kartini kecil di ELS (Europese Lagere School). Disinilah Kartini kemudian belajar Bahasa Belanda dan bersekolah disana hingga ia berusia 12 tahun sebab ketika itu menurut kebiasaan, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk ‘dipingit’.

Pemikiran-Pemikiran R.A Kartini Tentang Emansipasi Wanita

Meskipun berada di rumah, R.A Kartini aktif dalam melakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda. Kemudian, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang ia baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku yang ia baca.

Hingga kemudian ia mulai berpikir untuk berusaha memajukan perempuan pribumi sebab dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.

Cita-cita luhur R.A Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini. Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi olah Kartini, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang yaitu makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme.

Hingga pada akhirnya, ia tidak dapat melanjutanya cita-citanya baik belajar menjadi guru di Batavia atau Advertisement maupun kuliah di negeri Belanda meskipun ketika itu ia menerima beasiswa untuk belajar kesana sebab pada saat R.A Kartini berusia sekitar 24 tahun, ia akan dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang.

Suami R.A Kartini memahami apa yang menjadi keinginan R.A KArtini sehingga ia kemudian diberi kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita pertama di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang kemudian sekarang dikenal sebagai Gedung Pramuka.
Pernikahan R.A Kartini Hingga Wafatnya

Dari pernikahannya, R.A Kartini kemudian melahirkan anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904, beberapa hari kemudian setelah melahirkan anaknya yang pertama, R.A Kartini kemudian wafat pada tanggal 17 September 1904 di usianya yang masih sangat muda yaitu 24 tahun. Beliau kemudian dikebumikan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Berkat perjuangannya kemudian pada tahun 1912, berdirilah Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang kemudian meluas ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon serta daerah lainnya. Sekolah tersebut kemudian diberi nama “Sekolah Kartini” untuk menghormati jasa-jasanya.

Terbitnya Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’

Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’
Sepeninggal R.A Kartini, seorang pria belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa ketika itu.

Dari situ kemudian disusunlah buku yang awalnya berjudul ‘Door Duisternis tot Licht’ yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya.

Untuk menghormati jasa-jasa R.A Kartini maka Pemerintah Indonesia menetapkan pada hari kelahirannya tanggal 21 April di peringati sebagai hari Kartini.

Kata-kata Inspiratif dari Kartini

“BANYAK HAL YANG BISA MENJATUHKANMU.
TAPI SATU-SATUNYA HAL YANG BENAR-BENAR DAPAT MENJATUHKANMU ADALAH SIKAPMU SENDIRI”

“TAHUKAH ENGKAU SEMBOYANKU?
AKU MAU ! 2 PATAH KATA YANG RINGKAS ITU SUDAH BEBERAPA KALI MENDUKUNG DAN MEMBAWA AKU MELINTASI GUNUNG KEBERATAN DAN KESUSAHAN.
KATA AKU TIDAK DAPAT ! MELENYAPKAN RASA BERANI.
KALIMAT AKU MAU ! MEMBUAT KITA MUDAH MENDAKI PUNCAK GUNUNG”

Selamat Hari Kartini.

 

Source: kejari-bangkabarat.go.id

Tags: