Kejari Bangka Selatan tahan mantan bendahara Desa Tiram

Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menahan mantan bendahara Desa Tiram Kecamatan Tukak Sadai di Lembaga Pemasyarakatan Tua Tunu Pangkalpinang, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi.

“Pelaku berinisial FE (34) ditahan pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB setelah dilakukan pemeriksaan yang cukup lama,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan Pramono Mulyo di Toboali, Selasa.

Ia menjelaskan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pelaku terjadi pada 2016 dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp618 juta.

“Pada saat itu pelaku merupakan bendahara Desa Tiram namun sekarang sudah diganti,” katanya.

Menurut Pramono berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dirinya mengunakan uang desa untuk keperluan pribadi.

Selain itu juga mendatangi kafe remang-remang untuk berfoya-foya di tempat hiburan dan berjudi online.

“Saat ini pelaku sudah dititipkan di lembaga Pemasyarakatan Tua Tuna Pangkalpinang sambil menunggu proses sidang,” ujarnya.

Ia mengatakan pelaku dalam menjalankan aksinya tidak melibatkan perangkat desa, sedangkan untuk penarikan uang di bank menggunakan tanda tangan palsu.

“Pelaku mengambil uang di bank sebanyak sembilan kali penarikan dengan cara memalsukan tanda tangan perangkat desa,” ujarnya.

Pramono mengatakan akibat perbuatannya negara dirugikan sebanyak 618 juta rupiah dan akan dikenakan pasal 2 ayat 1

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Pelaku akan kita kenakan pasal berlapis primer dan subsidair sesuai dengan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Source: BASEL

Tags: