Penyedia Laptop dituntut 10 Tahun

No comment 191 views

Penyedia barang dan jasa dalam pengadaan laptop sebanyak 200 unit pada Dinas PPKAD Kabupaten Beltim tahun anggaran 2015 dituntut selama 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta, subsider 1 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim dalam sidang Tipikor di Pangkalpinang, Kamis (13/6) kemarin. “Ya benar, hari ini ada sidang terhadap terdakwa penyedia barang dan jasa pengadaan laptop di DPPKAD Kabupaten Beltim,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Beltim, Samsi Thalib saat dihubungi Belitong Ekspres.

Berdasarkan rilis yang diterima Harian Belitong Ekspres menyebutkan, bahwa terdakwa atas nama Kunarto sebagai Direktur PT Tekun Duta Multimedia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,3 miliar.

Dijelaskan Samsi, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun. “Sidang masih akan dilanjutkan dengan beberapa kali sebelum hakim memutuskan. Sebelumnya juga sudah ada tiga terdakwa yang telah diputus hakim, masing-masing hukuman penjara selama 4 tahun,” kata Samsi.

Terdakwa Kunarto selaku Direktur PT. Tekun Duta Multimedia sebagai Penyedia Barang Pengadaan Laptop telah beberapa kali menjalani persidangan sejak sidang pertama di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (25/3).

Terdakwa di dakwa dengan dakwaan primair pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999. Subsidiair pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana minimal 4 Tahun.

Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntu Umum Samsi Thalib SH, Andrie Purnama SH dan Ahmad Muzayyin SH. Sidang diketuai Hakim Nyoman Wiguna yang sebelumnya memutus perkara yang sama untuk tiga terdakwa.

“Pada sidang hari ini Senin tanggal 25 Maret 2019 dihadapan Majelis Hakim yang di Ketuai oleh Nyoman Wiguna. Atas dakwaan jaksa tersebut terdakwa akan mengajukan eksepsi atau keberatan. Sidang di tunda hari Senin tanggal 1 April 2019,” ungkap JPU Samsi Thalib kala itu.

Terdakwa Kunarto merupakan tersangka keempat yang dijerat dengan dakwaan serupa. Tiga terdakwa lainnya telah diputus perkara oleh Pengadilan Tipikor Pangkalpinang pada tanggal 12 Maret 2019.

Tiga tersangka atas nama Billi, Sonny dan Ferry dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999. “Putusan perkara korupsi pengadaan laptop, majelis hakim menyatakan terdakwa Billy, Sonny dan Ferry terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana dakwaan primair, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp.200 juta subsider 3 bulan kurungan,” tandas Samsi.

Source: kejari-beltim.go.id

Tags: