Sesbandiklat Kejaksaan R.I ; Kasi Penkum jaga nama baik Kejaksaan

Berakhir sudah diklat Public Speaking yang berlangsung selama 14 hari (21 s/d 04.11.2018) yang diadakan Badiklat Kejaksaan R.I, setelah ditutup secara resmi oleh Sekretaris Bandiklat Kejaksaan R.I Abdoel Kadiroen (04.12.2018), beliau berpesan agar para kasi Penkum dapat menjaga nama baik Kejaksaan R.I, dalam diklat public Speaking tersebut banyak ilmu dan pengalaman yg berharga didapatkan dari narasumber baik dari instansi Kejaksaan maupun dari luar instansi Kejaksaan.

Dari narasumber tersebut ada beberapa hal yang menjadi masukan atau saran buat instansi Kejaksaan maupun khusunya bagi kasi penkum, antara lain sebagai berikut : Narasumber Riza Permadi (kompas) mengatakan bahwa doorstop sebaiknya tidak dilakukan kalau tetap terjadi maka sebaiknya wartawan bisa dikendalikan dengan cara ada pembatas antara pimpinan (narasumber) dengan wartawan, pimpinan (narasumber) harus confidence atau percaya diri dan beritanya yang positif serta jangan menjawab “No Comment”. Narasumber Hani Hasjim (Tim asistensi birokrasi Kejaksaan R.I) mengatakan bahwa di satuan kerja di tingkat provinsi perlu ditingkatkan eselon jabatan kehumasan yg selama ini eselon 4 ditingkatkan menjadi eselon 3, ditingkat pusatpun perlu dinaikkan menjadi eselon 1. Narasumber Yose Rrizal (CEO Trans Media Sosial) mengatakan bahwa kalau ada pertanyaan setiap postingan harus direspon cepat dan tidak perlu posting tiap menit dan wibesite itu seperti rumah sedangkan medsos itu seperti cafe jadi wibesite yang diutamanakan. Narasumber Silih Wasesa (brand tensity) mengatakan bahwa Kejaksaan harus membangun perbincangan terus menerus tentang kinerja Kejaksaan sehingga ada kedekatan emosional antara Kejaksaan dengan masyarakat, Kejaksaan tidak perlu menjadi hero atau pahlawan dalam setiap perbincangan contoh “berkat informasi masyarakat Kejaksaan dapat mengungkap dugaan pemerasan dilakukan oleh oknum jaksa” (hal negatip menjadi positip). Narasumber Brigita Manohara (TV One) mengatakan bahwa ketika memberi materi atau pidato atau press release sebaiknya dikonsep terlebih dahulu apa yg ingin disampaikan, posisi dalam keadaan siap dahulu baru berbicara, hindari berbicara ee…. ee…. jadi solusinya harus tutup mulut atau kalimat yg akan dibicarakan dipanjangkan sehingga ada waktu untuk berpikir apa yg akan dibicarakan selanjutnya, selain itu penampilan harus baik dan dalam penyampaian tersebut harus singkat, jelas, padat, pesannya sampai. Narasumber Djohan Budi (staf khusus presiden), mengatakan bahwa sebagai Kasi Penkum harus beradaptasi dengan perubahan media digital, cepat namun konten kreatif yang “akurat, kredibel dan jelas”, stakeholder semakin spesifik maka lakukan pendekatan yang spesifik juga.

 

Apa yang telah disampaikan narasumber, tentunya perlu menjadi perhatian Kasi Penkum, Kasi Intelijen dan pimpinan Kejaksaan agar dapat tampil dengan baik didepan masyarakat agar meningkatkan citra Kejaksaan serta adanya penguatan struktur organisasi sehingga terbentuk tim kehumasan yang solid. (ROY)