Tipikor, Kasi TUT Frans ; Jangan lakukan tindakkan Korupsi.

Akhirnya (Selasa, 14.05.2019) kasus Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan instalasi dan rehabilitasi pipa transmisi kolong merawang Kab. Bangka Tahun 2016 dengan terdakwa Mulyanto, ST.,MM.,MT selaku PPK, Ir. Abdurroni, MT selaku KPA dan M. Riffani Kamil selaku direktur PT. Rian Makmur Jaya (penyedia B/J) yang mengalihkan pekerjaan kepada Yudas Swasra alias aloy selaku direktur PT. Bangka Utama Konstruksi yang
di dakwa dengan primair pasal 2 ayat (1) sub pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang 31 tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP diputus oleh hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang dengan putusan 4 (Empat) tahun denda Rp.200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) subsidiair 3 (Tiga) bulan dan pidana tambahan untuk Rifani membayar up sebesar Rp.2.950.589.335,61 subsidiair 2 (Dua) tahun penjara pengganti.

Perbuatan para terdakwa dilakukan pada tahun 2016 pada satker
snvt pjpa sumatera viii prov. babel terdapat kegiatan instalasi dan rehabilitasi pipa transmisi kolong merawang Kab. Bangka senilai Rp. 4.960.000.000,00 dengan tujuan untuk memperbaiki jaringan pipa agar
air dapat mengalir dari kolong merawang ke WTP sungailiat, namun dalam pelaksanaannya pipa tidak berfungsi dan tidak bisa dimanfaatkan dan diketahui perencanaan tidak dilaksanakan dengan jelas dan hps
tidak disusun debgan cermat, selain itu pekerjaan tidak dilaksanakan oleh rifani selaku penyedia berdasarkan kontrak namun dikerjakan oleh aloy kerugian Negara Rp. 2.950.589.335,61 yang sudah dikembalikan Rp.1.900.000.000,00.

Menanggapi putusan tersebut Kepala Seksi Penuntutan mengatakan memperkirakan bahwa dakwaan dapat dibuktikan dan meminta masyarakat tidak lagi melakukan tindakkan korupsi. (ROY).