BPRS Babel Cabang Muntok Ditetapkan Sebagai Tersangka

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bangka Barat (Babar) menetapkan KTH mantan pimpinan PT BPRS cabang Muntok sebagai tersangka, Senin (11/5/2020).

KTH ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pada program kegiatan fasilitas sarana dan alat bantu penangkap ikan antara pemkab Babar dengan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel cabang Muntok tahun anggaran 2016 – 2018 senilai Rp5,6 miliar.

Kajari Babar Helena Octaviane SH, MH mengungkapkan, dugaan Tipikor tersebut antara Pemkab Babar dengan PT BPRS Cabang Muntok.

“Kita harapkan dalam waktu dekat kita bisa langsung ke penuntutan,” ujar Kajari dalam Konfrensi Pers, Senin (11/5/2020).

Kajari Bangka Barat mengatakan, kasus korupsi yang sudah berjalan sekitar dua tahun tersebut diharapkan dapat segera di proses.

” Kasus ini sudah berjalan dua tahun, mohon bantuan teman- teman semua,” tegas Kajari Bangka Barat.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Babar, Dr Agung Dwi Handes SH, MH menjelaskan, program kerjasama antara Pemkab Babar dengan PT BPRS Babel Cabang Muntok sudah berlangsung sejak tahun 2012 -2015.

“Praktek penyaluran pembiayaan yang melanggar prinsip ke hati hatian di BPRS Cabang Muntok di tahun 2016 – 2018. Lebih dari satu tahun kami menunggu hasil audit dari BPKP Babel,” terang Agung.

Dijelaskan Agung, penyidik Pidsus Kejari Babar menetapkan status KTH sebagai tersangka pada Senin 4 Mei 2020.

“KTH adalah mantan pimpinan cabang PT BPRS tahun 2014 -2018

Source: kejari-bangkabarat.go.id

Tag: